ekonik3

Kades Tuntut Pengesahan UU Desa

In jurnalistik on Januari 14, 2012 at 1:11 pm

Lamongan – Ratusan kepala desa Lamongan yang tergabung dalam Parade Nusantara menggelar konvoi keliling Lamongan, kamis (12/01) menuntut agar DPR RI segera mensahkan undang-undang tantang desa yang sampai saat ini belum digedok oleh DPR RI.

Konvoi yang digelar oleh ratusan kepala desa ini dimulai dari alun-alun Lamongan yang dilanjutkan dengan berkeliling kota menuju kantor bupati Lamongan dan kantor DPRD Lamongan. Konvoi ini dilakukan dengan menggunakan sepeda motor dan dua mobil yang berisi sound system.

Salah seorang kepala desa yang tergabung dalam Parade Nusantara, Satim mengatakan, aksi konvoi ratusan kepala desa ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah pusat dan DPR RI agar mereka segera mensahkan UU tentang desa. “Kami ingin agar rancangan undang-undang tersebut segera disahkan karena sudah tertunda kurang lebih 5 tahun,” tegasnya.

Selain itu, ratusan kepala desa ini ini juga menuntut agar anggaran blockgrand sebesar 10 persen untuk desa segera disahkan dan diberikan ke desa. “Dengan dana 10 persen APBN ini kami berharap agar desa juga berkembang seperti layaknya kota,” ujarnya.

Konvoi kendaraan bermotor yang digelar oleh ratusan kepala desa ini sempat berlangsung panas ketika sejumlah kades mencoba masuk ke kantor DPRD Lamongan yang saat itu tertutup. Mereka menuntut agar ketua DPRD Lamongan atau anggota DPRD Lamongan bersedia menemui mereka. Kemarahan para kades ini mereda setelah ketua DPRD Lamongan menemui mereka.

Setelah puas berorasi dan keliling dalam kota Lamongan, ratussan kades ini kemudian melanjutkan konvoinya ke Babat melalui jalur poros Surabaya Lamongan. Aksi ini sempat memacetkan arus lalu lintas yang ada di jalur poros Surabaya Lamongan. Pasalnya, ratusan kades ini menutup hampir separuh badan jalan poros.

Tes

In Uncategorized on Mei 29, 2009 at 2:25 pm

Tes posting via hp memakai wordmobi

Posted by Wordmobi

Bermaksud Melerai, Polisi Dibacok

In Uncategorized on Mei 3, 2008 at 7:26 am

Lamongan – Seorang anggota Satuan Polisi Lalu lintas Polres Lamongan
mengalami luka bacok serius di wajahnya saat melerai penganiayaan di
Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk Lamongan, sabtu siang (03/04/2008).
Sementara, pelaku sendiri akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah
sakit setelah aksi brutalnya dihentikan dengan tembakan oleh petugas
kepolisian.

Anggota Satlantas Polres Lamongan yang mengalami luka bacok di wajahnya
tersebut adalah Briptu Saiful Hadi (25 tahun) yang bertugas di pos
polisi 1-6 di wilayah Kecamatan Pucuk dan kini harus menjalani
perawatan intensif di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Korban Briptu
Saiful mengalami luka di pipi kanannya setelah dibacok oleh Iwan, warga
Kabupaten Tuban.

Selain briptu Saiful, salah seorangw arga Desa Kesambi Kecamatan Pucuk,
H Urip juga mendapatkan perawatan intensif di tempat yang sama akibat
perbuatan Iwan, H Urip mengalami luka bacok di bagian leher bagian
belakang.

Salah seorang keluarga Briptu Saiful, Supratman emngatakan, peristiwa
berdarah ini bermula saat H Urip sedang berada di sawah dan tiba-tiba
Iwan datang merebut sabit milik H Urip. “Sabit inilah yang kemudian
digunakan untuk melukai H Urip,” terangnya.

Melihat kejadian ini, lanjut Supratman, warga yang kebetulan melihat
kejadian kemudian melaporkan ke pos polisi 1-6. setelah itu, datanglah
Briptu Saiful melerai peristiwa ini. “Tapi saat melerai itulah, Briptu
Saiful kemudian malah dibacok dengan sabit ke arah wajahnya,” ujar
Supratman.

Setelah melukai Briptu Saiful, pelaku justru membabi buta dan berusaha
menyerang warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Agus I Supriyanto
mengatakan, petugas dari Polsek Pucuk yang datang ke TKP kemudian
melepaskan tembakan peringatan namun hal itu ternyata tidak digubris
oleh pelaku. “Sehingga, kami kemudian terpaksa menembak dan setelah itu
baru pelaku roboh dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah
sakit,” terang Agus.

Agus juga mengatakan, sampai saat ini belum jelas apa motif di balik
peristiwa tersebut. Namun, petugas menduga pelaku mengalami gangguan
jiwa sehingga jika tidak dilumpuhkan akan semakin banyak korban akibat
kebrutalannya.