ekonik3

Laka Maut Awal Tahun 2008 lalu

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:51 am

Lamongan-Masih ingat dengan kecelakaan maut yang terjadi di Lamongan awal tahun 2008 lalu yang menewaskan 12 orang. Saat ini, aparat kepolisian resort Lamongan telah merampungkan berkas untuk tersangka kasus kecelakaan beruntun yang terjadi di Desa Plambon, Brondong Lamongan itu.

Dua tersangka yang berkasnya telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan tersebut adalah sopir truk Trailer, Asmunir (36 tahun), warga Sukodono, Sidoarjo dan pengusaha pemilik truk trailer tersebut, yaitu Toni Efendi Ghofur, pemilik PT Teno Indonesia yang ada di Wringin Anom, Gresik.

Menurut kasat lantas polres Lamongan, AKP I Gusti Agung, pihaknya baru saja merampungkan kasus kecelakaan beruntun yang menewaskan 12 orang tersebut karena aparat kepolisian harus berhati-hati dalam menyelidiki kasus ini. “Dari 27 saksi yang kami periksa, akhirnya kami memutuskan untuk memasukkan pengusaha pemilik truk trailer tersebut menjadi salah seorang tersangka,” terangnya.

Lebih jauh, Gusti menuturkan, untuk tersangka sopir truk trailer, Asmuni, pihaknya menjeratnya dengan dakwaan berlapis yaitu pasal 338, pasal 359 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara. “Kami terapkan pasal ini, karena adanya unsure kesengajaan dalam kecelakaan ini yang kemudian menyebabkan 12 nyawa melayang dan puluhan lainnya luka,” tandas Gusti.

Sementara, lanjut Gusti, pengusaha pemilik truk trailer ini, Toni Efendi Gofur juga dijadikan tersangka juga karena unsur kesengajaan sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun ini dan kepada pengusaha ini akan dijerat dengan pasal 338 jo 56 dengan ancaman hukuman sepertiganya dari sang sopir. “INi baru pertama kalinya seorang pengusaha yang dijadikan tersangka karena kasus kecelakaan, ” ujarnya.

Unsur kesengajaan yang terjadi dalam kecelakaan ini, terang gusti, adalah adanya traktor head di trailer tersebut yang seharusnya berroda 1-2-2 tetapi trailer tersebut hanya menggunakan konfigurasi 1-2 saja. “Ini kemudian yang menyebabkan truk trailer tersebut kemudian remnya blong sehingga menabrak dan terjadilah kecelakaan beruntun tersebut,” ungkap Gusti.

Unsur kesesengajaan lainnya, jelas Gusti, adalah adanya beban muatan yang melebihi kapasitas truk trailer tersebut padahal kelebihan muatan tersebut sudah diketahui oleh pemilik truk maupun sopir truk nahas tersebut. “Seharusnya truk trailer ini hanya memuat muatan sebesar 26, 470 ton tapi kenyataannya truk ini memuat muatan sebesar 39, 360 ton,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: