ekonik3

Pupuk Langka, Petani Beralih ke Pupuk Kandang

In Berita Lamongan on April 30, 2008 at 7:04 am

Lamongan-Akibat mahal dan langkanya pupuk di Lamongan, para petani kini
beralih menggunakan pupuk kandang dari kotoran hewan ternak untuk
memupuk lahan pertanian mereka.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Muji, warga desa Sidogembul,
Kecamatan Sukodadi, Lamongan yang saat ini beralih menggunakan pupuk
kandang dari kotoran kambing untuk memupuk padi mereka yang kini mulai
bernas. “Terpaksa menggunakan ini karena harga pupuk saat ini mahal,”
terangnya.

Muji menuturkan, saat ini mereka terpaksa menggunakan pupuk kandang
dari kotoran kambing karena harga pupuk kini melambung melebih harga
yang biasanya. “Untuk satu sak urea, kini harganya sudah mencapai
antara Rp. 70 ribu hingga Rp. 85 ribu persaknya,” tukasnya.

Selain mahal, Muji juga menuturkan kalau pupuk tersebut kini mat
sulit untuk didapatkan. Muji merasa beruntung karena bisa menggunakan
pupuk kandang kotoran hewan. “Teman saya sesama petani malah tidak
pernah memupuk padinya.

Selain petani sawah yang menanam padi, para petani tambak di
Lamongan juga kini mulai beralih menggunakan pupuk kandang sebagai
pupuk alternatif. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Sumarji, warga
Desa Sungai geneng, kecamatan karanggeneng Lamongan.

Sumarji sudah menggunakan pupuk kandang sejak 3 pekan terakhir ini
gara-gara mahal dan langkanya pupuk untuk memupuk. “Tambaknya saya
sudah beberapa hari ini tidak saya beri pupuk urea karena susah untuk
mendapatkannya, beruntung ada kotoran ternak kambing yang masih bisa
saya gunakan,” terangnya.

Sumarji mengaku terpaksa menggunakan pupuk kandang dari kotoran
hewan ternak karena langkanya pupuk jenis urea di pasaran. “Untuk
membeli satu sak pupuk jenis urea, saya harus keluar uang sebesar Rp.
85 ribu, padahal saya ini hanya punya tambak sebidang ini dan tidak ada
kerjaan lain,” tandasnya.

Para petani ini berharap agar pupuk segera bisa mudah didapat dan
dengan harga murah.”Kami meminta agar pemerintah segera turun tangan
mengatasi ini, karena kalau dibiarkan lama-lama, kami bisa tidak
makan,” ujar Sumarji berharap.

  1. KASIHAN YA PARA PETANI,,,,

  2. Yaa kasihan, tanah2 di lmgn udah ndak mempan lg diberi pupuk kandang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: