ekonik3

Bermaksud Melerai, Polisi Dibacok

In Uncategorized on Mei 3, 2008 at 7:26 am

Lamongan – Seorang anggota Satuan Polisi Lalu lintas Polres Lamongan
mengalami luka bacok serius di wajahnya saat melerai penganiayaan di
Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk Lamongan, sabtu siang (03/04/2008).
Sementara, pelaku sendiri akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah
sakit setelah aksi brutalnya dihentikan dengan tembakan oleh petugas
kepolisian.

Anggota Satlantas Polres Lamongan yang mengalami luka bacok di wajahnya
tersebut adalah Briptu Saiful Hadi (25 tahun) yang bertugas di pos
polisi 1-6 di wilayah Kecamatan Pucuk dan kini harus menjalani
perawatan intensif di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Korban Briptu
Saiful mengalami luka di pipi kanannya setelah dibacok oleh Iwan, warga
Kabupaten Tuban.

Selain briptu Saiful, salah seorangw arga Desa Kesambi Kecamatan Pucuk,
H Urip juga mendapatkan perawatan intensif di tempat yang sama akibat
perbuatan Iwan, H Urip mengalami luka bacok di bagian leher bagian
belakang.

Salah seorang keluarga Briptu Saiful, Supratman emngatakan, peristiwa
berdarah ini bermula saat H Urip sedang berada di sawah dan tiba-tiba
Iwan datang merebut sabit milik H Urip. “Sabit inilah yang kemudian
digunakan untuk melukai H Urip,” terangnya.

Melihat kejadian ini, lanjut Supratman, warga yang kebetulan melihat
kejadian kemudian melaporkan ke pos polisi 1-6. setelah itu, datanglah
Briptu Saiful melerai peristiwa ini. “Tapi saat melerai itulah, Briptu
Saiful kemudian malah dibacok dengan sabit ke arah wajahnya,” ujar
Supratman.

Setelah melukai Briptu Saiful, pelaku justru membabi buta dan berusaha
menyerang warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Agus I Supriyanto
mengatakan, petugas dari Polsek Pucuk yang datang ke TKP kemudian
melepaskan tembakan peringatan namun hal itu ternyata tidak digubris
oleh pelaku. “Sehingga, kami kemudian terpaksa menembak dan setelah itu
baru pelaku roboh dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah
sakit,” terang Agus.

Agus juga mengatakan, sampai saat ini belum jelas apa motif di balik
peristiwa tersebut. Namun, petugas menduga pelaku mengalami gangguan
jiwa sehingga jika tidak dilumpuhkan akan semakin banyak korban akibat
kebrutalannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: