ekonik3

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Tes

In Uncategorized on Mei 29, 2009 at 2:25 pm

Tes posting via hp memakai wordmobi

Posted by Wordmobi

Iklan

Bermaksud Melerai, Polisi Dibacok

In Uncategorized on Mei 3, 2008 at 7:26 am

Lamongan – Seorang anggota Satuan Polisi Lalu lintas Polres Lamongan
mengalami luka bacok serius di wajahnya saat melerai penganiayaan di
Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk Lamongan, sabtu siang (03/04/2008).
Sementara, pelaku sendiri akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah
sakit setelah aksi brutalnya dihentikan dengan tembakan oleh petugas
kepolisian.

Anggota Satlantas Polres Lamongan yang mengalami luka bacok di wajahnya
tersebut adalah Briptu Saiful Hadi (25 tahun) yang bertugas di pos
polisi 1-6 di wilayah Kecamatan Pucuk dan kini harus menjalani
perawatan intensif di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Korban Briptu
Saiful mengalami luka di pipi kanannya setelah dibacok oleh Iwan, warga
Kabupaten Tuban.

Selain briptu Saiful, salah seorangw arga Desa Kesambi Kecamatan Pucuk,
H Urip juga mendapatkan perawatan intensif di tempat yang sama akibat
perbuatan Iwan, H Urip mengalami luka bacok di bagian leher bagian
belakang.

Salah seorang keluarga Briptu Saiful, Supratman emngatakan, peristiwa
berdarah ini bermula saat H Urip sedang berada di sawah dan tiba-tiba
Iwan datang merebut sabit milik H Urip. “Sabit inilah yang kemudian
digunakan untuk melukai H Urip,” terangnya.

Melihat kejadian ini, lanjut Supratman, warga yang kebetulan melihat
kejadian kemudian melaporkan ke pos polisi 1-6. setelah itu, datanglah
Briptu Saiful melerai peristiwa ini. “Tapi saat melerai itulah, Briptu
Saiful kemudian malah dibacok dengan sabit ke arah wajahnya,” ujar
Supratman.

Setelah melukai Briptu Saiful, pelaku justru membabi buta dan berusaha
menyerang warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Agus I Supriyanto
mengatakan, petugas dari Polsek Pucuk yang datang ke TKP kemudian
melepaskan tembakan peringatan namun hal itu ternyata tidak digubris
oleh pelaku. “Sehingga, kami kemudian terpaksa menembak dan setelah itu
baru pelaku roboh dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah
sakit,” terang Agus.

Agus juga mengatakan, sampai saat ini belum jelas apa motif di balik
peristiwa tersebut. Namun, petugas menduga pelaku mengalami gangguan
jiwa sehingga jika tidak dilumpuhkan akan semakin banyak korban akibat
kebrutalannya.

PDAM Macet, Warga Demo Sandera Petugas PDAM

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:53 am

Lamongan-Ratusan warga Jl. Andanwangi Kecamatan Kota, Lamongan,
menggelar aksi unjukrasa di sepanjang jalan andanwangi memprotes air
PDAM yang sudah lama macet, kamis (17/04/2008).

Menurut salah seorang warga Jl Andanwangi, Subandi, Aksi ratusan warga
ini dipicu macetnya air PDAM yang sudah berlangsung lama. “Padahal
meski air tidak keluar kami ini tetap membayar rekening air,”
terangnya.

Warga yang menggelar unjukrasa yang tidak puas dengan PDAM ini membawa
spanduk dan poster yang isinya mempertanyakan mengapa air PDAM lama
tidak keluar. Sambil membentangkan poster dann spanduk, warga juga
berusaha menutup akses jalan andanwangi sebagai bentuk protes mereka.
Ratusan warga ini menggelar unjukrasa dengan membawa ember dan jerigen
air dan berjalan di sepanjang jalan andanwangi.

Ratusan warga bahkan sempat menyandera salah seorang petugas PDAM yang
kebetulan datang untuk mengecek meteran pelanggan. Namun, petugas PDAM
ini kemudian dilepaskan oleh warga.

Aksi unjukrasa warga ini kemudian dibubarkan oleh aparat kepolisian
yang datang belakangan. Alasan polisi, karena aksi unjukrasa warga ini
tidak berijin.

Salah seorang warga lain yang juga turut berunjukrasa, Soni menuturkan
kalau setelah unjukrasa ini air PDAM tidak juga keluar, mereka akan
berunjukrasa lagi dengan membawa massa yang lebih besar mendatangi
kantor PDAM lamongan. “Kami sudah kesal mas, hampir satu tahun air
tidak keluar tapi kami masih terus membayar rekening,” terangnya.

Lebih jauh Soni menuturkan, selama air PDAM ini tidak keluar mereka
terpaksa membeli air dari penjual air sebesar Rp. 1.250,- per jerigen.
“Apalagi kini tarif PDAM naik sebesar 70 persen,” tegasnya.

Maling Kambing Didor

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:52 am

Lamongan-Seorang Alap-alap maling ternak di Lamongan terpaksa harus merasakan timah panas petugas kepolisian resort Lamongan karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap petugas.

Alap-alap maling ternak tersebut adalah Bambang (50 tahun) warga Desa Karangpilang, Kecamatan Tikung Lamongan yang ditangkap bersama dengan salah seorang rekannya sesama maling, Sugianto alias Ateng (21) saat akan menjual 3 kambing hasil curiannya di Desa Majeruk, Kecamatan Sarirejo, Lamongan.

Kisah tertembaknya alap-alap maling ternak ini berawal dari laporan pemilik 3 kambing tersebut yaitu Supardi (40 tahun) warga Desa pandanpancur, Kecamatan Deket, Lamongan yang melaporkan ke polisi kalau telah kehilangan 3 ekor kambingnya yang dikandangkan di belakang rumahnya. “Awalnya sore ketika saya lihat kambing saya itu masih ada tapi malamnya keesok harinya 3 ekor kambing saya sudah lenyap,” terangnya

Sementara itu, Kasat reskrim polres Lamongan, AKP Agus I Supriyanto mengatakan kalau pihaknya terpaksa menembak alap-alap maling ternak ini karena saat ditangkap berusaha melarikan diri. “Kedua tersangka ini ditangkap di Desa Majeruk, Kecamatan Sarirejo berkat laporan dari warga dan hasil pengembangan petugas kami,” terangnya.

Agus menuturkan, saat ini kedua tersangka yang salah satunya sudah tertembak di kaki kiriya ini ditahan di mapolres Lamongan untuk dimintai keterangan lebih jauh. “Kedua tersangka kami kenai pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegasnya.

Pelajaran Pilkada Jabar

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:52 am

Kaum Nasionalis Sekuler, Waspadalah!

Jakarta- Benar saja, bola salju sukses pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) pada pemilihan gubernur Jawa Barat, melaju ke mana-mana. Sekarang muncul isyarat kuat PKS dan PAN bakal berduet kembali pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009.

Kemenangan Hade yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional memang fenomenal. Kabarnya, biaya kampanye mereka hanya Rp 800 juta, hanya sekuku dana yang dikeluarkan duet Danny Setiawan-Iwan Sulanjana (Da’I) dan Agum Gumelar-Nu’man Abdul Hakim (Aman).

Lebih dari itu, keunggulan mereka juga mengisyaratkan kuatnya desakan arus perubahan. Ini pula yang mendorong dan motivasi PKS dan PAN untuk berduet kembali dalam Pilpres 2009. Mereka bakal berkoalisi.

Bagaimanapun kedua parpol itu memiliki captive market di sektor politik. Mereka didukung sebagian besar kalangan Muhammadiyah dan Islam urban serta mampu meraih suara massa mengambang (floating mass).

Para analis menyebut, tokoh dari PAN yang bisa dimajukan sebagai capres atau cawapres adalah Amien Rais, Soetrisno Bachir, dan Didik J Rachbini. Sedang calon dari PKS bisa saja Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, dan Anis Matta.

Mengenai peluang PAN-PKS pada Pilpres 2009, Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit mengingatkan, saat ini banyak anggota masyarakat yang kehilangan kepercayaan kepada sosok nasionalis atau kebangsaan, dan dalam kasus Pilkada Jabar. Terbukti, massa mengambang melampiaskan kekesalannya kepada kepemimpinan nasionalis yang terbukti kurang berhasil, dengan memilih sosok parpol Islam sebagai ekspresi kekecewaan.

“Peluang parpol Islam ke depan dalam Pilpres 2009, terbuka lebar jika kaum kebangsaan tak berkonsolidasi dan bersinergi,” katanya.


Masyarakat kini dalam kondisi kelelahan akibat tekanan ekonomi yang dahsyat. Sehingga kesempatan bagi PAN-PKS pada pilpres mendatang lebih terbuka.


Pertanyaannya, sosok dari PAN atau PKS-kah yang bakal dimajukan sebagai capres? Mana yang akan lebih menguntungkan? Ada analis yang mengatakan figur dari PKS sebaiknya capres, ada pula yang bependapat sebaliknya PAN saja capresnya.


“Pertanyaannya, siapa yang akan dimajukan sebagai capres dan cawapres, itu tergantung komitmen politik pimpinan partai. Juga, bisa tergantung perolehan suara dalam pemilu. Yang suaranya lebih besar yang tokohnya dicalonkan jadi capres,” ujar Direktur Indobarometer, M Qodari.


Yang lebih substansial adalah tokoh yang akan dimajukan. Siapakah tokoh dari kedua partai itu yang lebih banyak mendapat perhatian positif dari masyarakat. Apalagi kepopuleran figur dua partai itu harus bersaing dengan figur-figur dari partai lain seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Wiranto, Megawati, Gus Dur, maupun Akbar Tandjung.


Mengingat usia kedua partai ini relatif muda, yakni sekitar 10 tahun, maka pada Pilpres 2009 ini merupakan fase akhir siklus figur-figur yang muncul saat reformasi seperti Mega, Amien Rais, Akbar.


Menurut Qodari, saat ini adalah musim pancaroba. Banyak tokoh lama kehilangan simpati publik, namun tokoh baru belum terlalu muncul. “Saat seperti ini yang diuntungkan adalah tokoh lama karena lebih dikenal. Tapi kalau yang muda bisa meng-create momentum, bukan tidak mungkin bisa mengalahkan yang tua,” kata pria berkacamata ini. (Inilah.com/bj2)

Laka Maut Awal Tahun 2008 lalu

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:51 am

Lamongan-Masih ingat dengan kecelakaan maut yang terjadi di Lamongan awal tahun 2008 lalu yang menewaskan 12 orang. Saat ini, aparat kepolisian resort Lamongan telah merampungkan berkas untuk tersangka kasus kecelakaan beruntun yang terjadi di Desa Plambon, Brondong Lamongan itu.

Dua tersangka yang berkasnya telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan tersebut adalah sopir truk Trailer, Asmunir (36 tahun), warga Sukodono, Sidoarjo dan pengusaha pemilik truk trailer tersebut, yaitu Toni Efendi Ghofur, pemilik PT Teno Indonesia yang ada di Wringin Anom, Gresik.

Menurut kasat lantas polres Lamongan, AKP I Gusti Agung, pihaknya baru saja merampungkan kasus kecelakaan beruntun yang menewaskan 12 orang tersebut karena aparat kepolisian harus berhati-hati dalam menyelidiki kasus ini. “Dari 27 saksi yang kami periksa, akhirnya kami memutuskan untuk memasukkan pengusaha pemilik truk trailer tersebut menjadi salah seorang tersangka,” terangnya.

Lebih jauh, Gusti menuturkan, untuk tersangka sopir truk trailer, Asmuni, pihaknya menjeratnya dengan dakwaan berlapis yaitu pasal 338, pasal 359 dan pasal 360 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun penjara. “Kami terapkan pasal ini, karena adanya unsure kesengajaan dalam kecelakaan ini yang kemudian menyebabkan 12 nyawa melayang dan puluhan lainnya luka,” tandas Gusti.

Sementara, lanjut Gusti, pengusaha pemilik truk trailer ini, Toni Efendi Gofur juga dijadikan tersangka juga karena unsur kesengajaan sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun ini dan kepada pengusaha ini akan dijerat dengan pasal 338 jo 56 dengan ancaman hukuman sepertiganya dari sang sopir. “INi baru pertama kalinya seorang pengusaha yang dijadikan tersangka karena kasus kecelakaan, ” ujarnya.

Unsur kesengajaan yang terjadi dalam kecelakaan ini, terang gusti, adalah adanya traktor head di trailer tersebut yang seharusnya berroda 1-2-2 tetapi trailer tersebut hanya menggunakan konfigurasi 1-2 saja. “Ini kemudian yang menyebabkan truk trailer tersebut kemudian remnya blong sehingga menabrak dan terjadilah kecelakaan beruntun tersebut,” ungkap Gusti.

Unsur kesesengajaan lainnya, jelas Gusti, adalah adanya beban muatan yang melebihi kapasitas truk trailer tersebut padahal kelebihan muatan tersebut sudah diketahui oleh pemilik truk maupun sopir truk nahas tersebut. “Seharusnya truk trailer ini hanya memuat muatan sebesar 26, 470 ton tapi kenyataannya truk ini memuat muatan sebesar 39, 360 ton,” tegasnya.

Tiga Guru Dipecat, Walimurid Nglurug Sekolahan

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:50 am

Lamongan-Gara-gara 3 guru MI Murni Sunan Drajat Lamongan dipecat,
puluhan wali murud MI Murni Sunan Drajad nglurug sekolah anak-anaknya,
Selasa siang (15/04/2008).

Para wali murid ini mempertanyakan mengapa tiga guru anak-anak mereka
dipecat tanpa ada penjelasan dari Kepala sekolah maupun yayasan. Tiga
guru yang telah dipecat tersebut adalah Ida, Munir dan Enny.

Salah seorang wali murid kelas 6 MI Murni Sunan Drajad, Henny Mahmudah
menuturkan, maksud mereka mendatangi sekolah ini adalah untuk
mempertanyakan mengapa sampai ada pemecatan terhadap 3 guru padahal
untuk murud kelas 6 akan menghadapi ujian nasional. “Kami tidak ingin
dengan pemecatan ini, proses belajar anak-anak kami terganggu,”
terangnya seraya meminta agar tiga guru tersebut dikembalikan lagi
untuk mengajar.

Sempat terjadi ketegangan dan adu mulut antara walimurid dan kepala
sekolah karena kepala sekolah tetap pada keputusannya untuk memecat 3
guru tersebut sementara puluhan walimurid ini tetap pada tuntutannya
untuk meminta 3 guru tersebut kembali mengajar. Akhirnya ketegangan
berhasil diredam setelah diambil keputusan untuk mengadakan pertemuan
yang lebih besar lagi pada sabtu mendatang.

Sementara itu, kepala sekolah MI Murni Sunan Drajad, Abdul Ghofur
ketika dimintai komentarnya enggan untuk menjawab dan hanya menganggap
kalau semuanya akan dijelaskan nanti pada hari sabtu. “Tidak terjadi
apa-apa dan akan kami jelaskan nanti pada hari sabtu,” tegasnya.

Petani Lamongan Alami Kelangkaan Pupuk

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:50 am

Lamongan-Para petani di Lamongan pada musim tanam kali akan terancam
gagal panen. Pasalnya, memasuki musim tanam para petani kesulitan
untuk mendapatkan pupuk, khususnya jenis NPK dan SP 36.

Salah seorang petani asal Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi,
Lamongan, Sariyono mengatakan sejak beberapa pekan ini para petani
kesulitan untuk mendapatkan pupuk dan seakan pupuk menghilang dari
pasaran.

Kesulitan untuk mendapatkan pupuk ini, terang Sariyono, membuat para
petani  khawatir gagal panen. “Karena untuk musim tanam pertama ini
kami kan sangat membutuhkan pupuk, terutama jenis NPK dan SP 36,”
ujarnya.

Akibat langkanya pupuk di pasaran, banyak petani yang membiarkan
tanaman padinya tidak dipupuk. “Kelangkaan ini sudah terjadi sejak
beberapa hari terakhir ini,” terangnya.

Bahkan untuk mendapatkan pupuk, terangnya, mereka telah berusaha untuk
mencarinya ke desa tetangga tetapi masih juga tidak mendapatkannya.
“Kalaupun ada harganya juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi,
kalau biasanya kita mendapatkan pupuk urea dengan harga hanya Rp. 65
ribu tetapi kini harganya sudah mencapai Rp. 70 ribu hingga Rp. 75
ribu persaknya,” katanya.

Selain petani sawah, para petani tambak di Lamongan juga mengalami
kelangkaan pupuk. Dono, salah seorang petani tambak di Kecamatan Turi
mengaku sudah beberapa hari ini. ” Kami ini sebenarnya sangat
membutuhkan pupuk, utamanya urea, tapi kok saya mencari kemana-mana
tidak ada,” ujanya.

Para petani berharap pemerintah segera bertindak mengatasi kelangkaan
ini sehingga mereka tidak akan mengalami gagal panen karena
ketidakadaan pupuk.

Ratusan Warga Lamongan Padati OP Migor

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:49 am

Lamongan-Ratusan warga Lamongan memadati operasi pasar minyak goreng
yang digelar oleh Pemkab Lamongan yang digelar mulai selasa
(08/04/2008) di tiga kecamatan di Lamongan.

menurut Bupati Lamongan, Masfuk usai meninjau operasi minyak goreng
yang ada di Pasar sidoharjo Lamongan mengatakan, operasi pasar minyak
goreng ini akan digelar selama 6 bulan. “Ini sebagai salah satu langka
untuk mengatasi mahalnya harga minyak goreng,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Lamongan, Mursyid menuturkan,
untuk hari pertama operasi pasar ini digelar 3 kecamatan di Lamongan,
yaitu kecamatan Lamongan, Sukodadi dan Mantup. “Untuk satu bulan ini
kami menggelontor minyak goreng sebesar 219.930 liter untuk warga yang
merasa membutuhkan,” terangnya.

Lebih jauh Mursyid menuturkan, untuk satu orang yang membawa 1 kupon
mereka berhak membeli migor dengan harga Rp. 9.750 perliter. “Diluar,
harga migor yang kami pakai ini seharga Rp, 13 ribu perliter,”
tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Tlogoanyar yang juga
mengantri membeli minyak goreng operasi pasar ini mengatakan kalau
dirinya merasa senang dengan digelarnya operasi migor ini. “Alangkah
lebih baiknya setelah ini ada operasi minyak tanah yang juga sudah
mulai mahal dan susah untuk didapatkan,” ujarnya.

2 Minggu Elpiji di Lamongan Langka

In Uncategorized on April 22, 2008 at 7:49 am

Lamongan-Sudah dua pekan ini elpiji mengalami kelangkaan di wilayah
lamongan. Menurut beberapa pengecer di Lamongan, penyebab kelangkaan
ini disebabkan karena berkurangnya pasokan dari pertamina ke sejumlah
agen di Lamongan.

Para agen elpiji di Lamongan mengeluhkan terbatasnya stok sehingga
tidak mampu memenuhi permintaan pelanggan atau konsumen. Salah seorang
agen elpiji yang ada di jl. andansari Lamongan, Ahmad andik
mengatakan, sejak 2 minggu terakhir ini dia hanya mendapatkan kiriman
40 tabung elpiji ukuran 12 kg saja. “Padahal sebelumnya dilakukan
sebanyak 60-70 tabung perhari,” terangnya.

Akibat kelangkaan ini, harga elpiji mengalami kenaikan. Kalau
sebelumnya harga pertabung untuk 12 kg seharga Rp. 58 ribu tapi saat
ini Rp. 60 ribu pertabung. “Itupun didapat setelah antri lama,”
ungkapnya.

Sementara, salah seorang agen lain di Lamongan, sapto menuturkan,
kalau akibat kelangkaan ini pihaknya juga mendatangkan elpiji tabung 3
kg dari wilayah gresik untuk dijual di Lamongan dan sekitarnya.